Layar touchscreen pada laptop umumnya menggunakan salah satu dari dua teknologi yang telah ada:
- Resistive Touchscreen Display
Monitor dengan teknologi ini memiliki dua layer spesifik di bawahnya. Satu layer bernamakan Resistive Layer dan terletak di paling atas, kedua adalah Conductive Layer yang berada di bawah. Secara sederhana, prinsip teknologi layar sentuh dengan teknologi ini adalah melalui perbedaan tekanan yang terjadi apabila layar diberikan sentuhan.
Ketika terjadi sentuhan dengan layar monitor, Resistive layer terdorong hingga mengalami kontak dengan Conductive layer di belakangnya. Dorongan tersebut memberikan perbedaan tekanan di daerah tersebut yang menyebabkan berubahnya intensitas aliran listrik di titik kontak tersebut. Perubahan aliran listrik ini kemudian diidentifikasi oleh perangkat lunak layar sentuh untuk ditranslasikan sebagai input pengguna.
Sayangnya, teknologi ini tidak dapat mengidentifikasi titik sentuh yang terlalu banyak, sehingga keleluasaan pengguna dinilai terlalu sedikit.
- Capacitive Touchscreen Display
Berbeda dengan sebelumnya, teknologi ini menggunakan konduktivitas dari tangan kita untuk mengubah aliran listrik tersebut.
Tubuh manusia menyimpan muatan listrik. Ketika tangan menyentuh layar, akan terjadi sebuah perubahan intensitas aliran listrik. Sama seperti teknologi sebelumnya, aliran listrik ini akan diidentifikasi untuk ditranslasi menjadi input oleh pengguna. Teknologi ini dinilai lebih baik dari sebelumnya karena fitur multisentuhnya yang lebih mutakhir.
Dari kedua tipe tersebut, laptop dengan layar sentuh mempunyai kelemahan yang sama:
- Boros baterai
Adanya tambahan chip dan sirkuit di dalam layar menyebabkan perlunya daya tambahan untuk menopang kinerja layar sentuh. Bahkan, mematikan fitur layar sentuh ini tidak akan membuat baterai laptop lebih awet. Beberapa tes yang telah dilakukan menemukan bahwa laptop dengan layar sentuh—walau fitur menyala atau tidak—mempunyai daya tahan baterai 25% lebih sedikit dibandingkan dengan lainnya.
- Ketebalan layar
Untuk mengakomodasi tambahan sirkuit dan chip tersebut, layar laptop harus mengembung sedikit lebih tebal dari laptop tradisional. Ketebalan akan lebih signifikan terlihat apabila menggunakan teknologi resistive yang harus menambahkan dua layer tambahan tersebut.
- Berat tambahan
Tentunya, menambahkan perangkat keras seperti ini akan mengakibatkan berat tambahan, walaupun hanya sekitar 100–200 gram saja.
- Mudah kotor
Dengan tangan pengguna melakukan banyak sentuhan tiap harinya, layar laptop akan dengan cepat dipenuhi dengan bercak jari tangan yang harus dibersihkan demi layar yang jelas terlihat
- Layar gloss
Layar gloss diperlukan untuk kinerja layar sentuh karena dapat memberikan waktu respons yang lebih kecil. Sayangnya, layar ini menyebabkan tampilan lebih susah dilihat apabila terkena cahaya matahari atau sumber lainnya secara langsung. Layar gloss cenderung untuk merefleksikan cahaya lain dan menyebabkan silau untuk mata pengguna
- Harga yang mahal
Tambahan perangkat lunak berkorelasi dengan naiknya harga laptop yang memiliki fitur tambahan ini. Selain itu, biaya reparasinya juga lebih mahal.

Komentar
Posting Komentar